Setelah selesai bacaan talqin, dianjurkan membaca doa berikut:
وَأَنَّكَ رَضِيْتَ بِاللّٰهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا، وَبِالْقُرْآنِ إِمَامًا، وَبِالْكَعْبَةِ قِبْلَةً، وَبِالْمُؤْمِنِيْنَ إِخْوَانًا
Talqin mayit adalah bacaan yang diucapkan kepada jenazah setelah dikafankan dan sebelum dimakamkan. Tujuan talqin adalah mengingatkan mayit tentang pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur serta menegaskan tauhid dan pengakuan atas kenabian Muhammad ﷺ. Berikut saya sajikan teks bacaan talqin dalam bahasa Arab, transliterasi, dan terjemahan singkat ke dalam Bahasa Indonesia, serta panduan singkat pelaksanaannya.
: Para pelayat atau jamaah yang hadir berdiri atau duduk di sekeliling kuburan seraya mendengarkan dengan khusyuk dan mengaminkan doa-doa di sela atau akhir talqin.
أَشْهَدُ أَنَّكَ عَبْدُ اللَّهِ وَأَنَّكَ آمَنْتَ بِرَسُولِهِ bacaan talqin mayit arab
Dalam diskursus keislaman, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai talqin setelah penguburan: 1. Pendapat yang Menganjurkan (Mustahab)
: Pelayat yang hadir disunnahkan berdiri atau duduk di sekeliling kuburan sambil mendengarkan dengan khusyuk, sekaligus merenungi kematian.
يَا فُلَانُ بِنْ فُلَانٍ (atau: يَا فُلَانَةُ بِنْتُ فُلَانٍ) اُذْكُرِ الْعَهْدَ الَّذِي خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا، شَهَادَةَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَالنَّارَ حَقٌّ، وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ. يَا فُلَانُ، اذْكُرْ مَا جِئْتَ بِهِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى، وَسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَاذْكُرْ مَا شَهِدْتَ بِهِ فِي الدُّنْيَا: أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. وَاذْكُرْ أَنَّ رَبَّكَ اللَّهُ، وَدِينَكَ الْإِسْلَامُ، وَنَبِيَّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Merupakan pendapat mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i dan Hambali. Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Umamah al-Bahili dan keyakinan bahwa peringatan bermanfaat bagi orang beriman, baik yang hidup maupun mati. : Para pelayat atau jamaah yang hadir berdiri
Untuk talqin sendiri sering dipadukan dengan pengulangan kalimat inti sebagai berikut:
يَا ، إِذَا جَاءَكَ الْمَلَكَانِ الْمُوَكَّلَانِ بِكَ وَبِأَمْثَالِكَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَا يُفْزِعَاكَ وَلَا يُرْهِبَاكَ. وَإِذَا سَأَلَاكَ: مَنْ رَبُّكَ؟ وَمَا دِيْنُكَ؟ وَمَنْ نَبِيُّكَ؟ وَمَا إِمَامُكَ؟ وَمَا قِبْلَتُكَ؟
Meskipun ada perbedaan pendapat (misalnya sebagian ulama Hanbali tidak menganjurkan), mayoritas umat Islam di Asia Tenggara mengamalkannya sebagai bentuk penghormatan dan tolong-menolong dalam kebaikan.
: Orang yang membaca talqin (biasanya kiai, ustaz, atau ahli waris) berdiri di dekat bagian kepala jenazah dengan menghadap ke arah wajah jenazah (menghadap ke timur/membelakangi kiblat). Jawaban Pertanyaan Kubur:
Dalam tradisi Islam, terutama yang merujuk pada mazhab Syafi’i, terdapat amalan yang dikenal dengan nama . Talqin secara bahasa berarti "menuntun" atau "mengingatkan". Secara istilah, Talqin Mayit adalah upaya menuntun atau mengingatkan ruh mayit (jenazah) agar mampu menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir di alam kubur.
Bagian ini memberikan petunjuk kepada mayit bagaimana menjawab pertanyaan di alam kubur.
مُحَمَّدٌ نَبِيِّي (Muhammad adalah nabiku)
Talqin mayit adalah amalan mulia yang sarat dengan nilai spiritual dan kepedulian antarumat Islam. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai hukumnya di kalangan ulama, praktik ini telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di Indonesia, khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama (NU), dengan tujuan untuk mengingatkan dan membantu jenazah menghadapi pertanyaan malaikat di alam kubur.
فَقُلْ لَهُمَا بِلِسَانٍ فَصِيْحٍ وَقَلْبٍ ثَابِتٍ: اللهُ رَبِّيْ، وَالْإِسْلَامُ دِيْنِيْ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيِّيْ، وَالْقُرْآنُ إِمَامِيْ، وَالْكَعْبَةُ قِبْلَتِيْ، وَالْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَانِيْ.
شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَأَنَّ الجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ، وَأَنَّ البَعْثَ حَقٌّ، وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيْهَا، وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي القُبُوْرِ. Jawaban Pertanyaan Kubur: