17 - Bahrul Mazi Jilid
Are you trying to find a for purchase or download?
bukan sekadar naskhah bacaan sejarah masa hadapan, malah ia merupakan cermin muhasabah diri bagi setiap Muslim. Melalui sentuhan penulisan Syeikh Muhammad Idris Al-Marbawi, hadis-hadis Sunan al-Tirmidzi tentang hari kiamat berjaya dihidupkan bagi membimbing masyarakat Nusantara agar tidak leka dengan pancaroba dunia dan sentiasa bersiap sedia menghadapi alam abadi.
(atau Juzuk 17) merupakan sebahagian daripada kitab monumental Bahr al-Madzi li Syarh Mukhtasar Sahih al-Tirmidzi yang memfokuskan perbincangan khusus mengenai Sifat-Sifat Hari Kiamat (Sifat Qiamat) . Kitab agung ini merupakan naskhah syarah (penjelasan) hadis bertulisan Jawi paling berpengaruh di Nusantara. Ia dikarang oleh ulama tersohor kelahiran Malaysia, Syeikh Muhammad Idris Abdul Rauf Al-Marbawi Al-Zahari sekitar tahun 1940-an.
Membawakan teks asal hadis daripada Sunan al-Tirmidzi . bahrul mazi jilid 17
proves that a well‑crafted series can be both a thrilling adventure and a thoughtful mirror of contemporary society. Its seamless blend of mythology , technology , and emotional honesty makes it a standout title in the modern Malay literary canon.
Bahrul Mazi disusun berdasarkan kitab Muhtasar Sahih al-Tirmizi (ringkasan hadis Sunan al-Tirmizi) dan diterjemahkan serta disyarahkan ke dalam bahasa Melayu lama. Kitab ini keseluruhannya terdiri daripada .
: Physical copies are often available through Islamic bookstores like Shopee Malaysia and Lazada . Are you trying to find a for purchase or download
Jilid ini merupakan sambungan daripada perbahasan fiqh sebelum ini (seperti nikah, jual beli, dan puasa dalam jilid-jilid terdahulu) dan memasuki bahagian akhirat atau eskatologi Islam. Antara perbahasan yang dimuatkan termasuk:
: Rulings on animals falling into water sources and whether the water remains usable for rituals. Notable Commentaries
Reiteration of the Quranic principle that jinn and humans were created solely for the worship of Allah. The Legacy of Syeikh Idris Al-Marbawi Membawakan teks asal hadis daripada Sunan al-Tirmidzi
To truly appreciate Bahrul Mazi Jilid 17 , one must first understand the genius behind its creation. The author, Syeikh Muhammad Idris bin Abdul Rauf al-Marbawi, was a towering figure in Malay-Arabic literature. Born in 1893 (28 Zulkaedah 1313 Hijrah) in Makkah, he displayed an exceptional academic aptitude from a young age, memorizing the Quran by the time he was ten years old.
Pengharaman riba, penipuan ( gharar ), dan sorokan barang ( ihtikar ).
Syeikh al-Marbawi memecah penjelasan hadis ke dalam poin-poin bertuliskan "Masalah" (Problem/Kasus Fiqih). Metode ini memudahkan pembaca langsung menemukan jawaban atas kasus hukum tertentu tanpa harus membaca narasi yang panjang lebar.
Discusses themes of love, hatred, giving, and the dangers of arrogance (Meninggikan Diri). Author & Historical Context
Al-Marbawi provides the original Hadith text, followed by a translation into Malay, and then a detailed explanation covering linguistic nuances, legal rulings (fiqh), and moral lessons. Key Themes & Content in Volume 17